Menurut Erick, diberikannya gelar Dulur Baduy memiliki perasaan yang sama ketika dirinya diminta menjadi Menteri BUMN.
Erick menjelaskan, saat diminta menjadi Menteri BUMN memiliki tanggung jawab yang besar, sebab sepertiga perekonomian Indonesia adalah BUMN.
Baca Juga:
Tetua Adat Badui Sebut 1.500 Penenun Kain Tradisional Tersebar di 68 Kampung
"Tentu pikiran dan tenaga saya harus mengfokuskan tanggung jawab sebagai menteri BUMN. Perasaan ini sama ketika saya digelarkan dulur Baduy, tentu jni juga harus dipertanggungjawabkan maksimal mungkin," kata Erick.
Erick melanjutkan, setelah menerima gelar Dulur Baduy dirinya akan mengimplentasikan nilai-nilai suku Baduy.
"Jika dilihat intisari dari suku baduy adalah menjaga, melestarikan alam. Tentu ini harus saya wujudkan agar menjaga dan melestarikan alam baik itu saya sebagai individu atau jabatan sebagai Menteri BUMN. Tentu, BUMN harus menjadi perusahaan yang memastikan menjaga alam Indonesia," jelasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Lebak Apresiasi Masyarakat Adat yang Penuhi Ketersediaan Pangan Keluarga
Sementara itu, salah satu tokoh suku Baduy, Ayah Mursyid, menjelaskan, disematkan Dulur Baduy ke Erick Thohir merupakan yang pertama kepada orang luar.
Ayah Mursyid mengatakan, proses disematkan Dulur Baduy ke Erick Thohir melalui proses yang panjang.
"Gelar Dulur Baduy ke Pak Erick Thohir itu melalui musyawarah antara tokoh-tokoh Baduy dengan Jaro Saija menyepakati agar diberikan gelar dulur baduy ke Pak Erik," katanya. Seperti dilansir dari WahanaNews.co, Kamis, 21/10/21.