Selain penguatan sistem monitoring dan koordinasi, PLN ES juga memberikan dukungan melalui _Battery Energy Storage System_ (BESS) sebagai bagian dari kesiapan pasokan energi dalam kondisi darurat. Kehadiran BESS mendukung penyediaan pasokan listrik pada kebutuhan operasional tertentu, terutama ketika kondisi jaringan utama terdampak dan proses pemulihan masih berlangsung.
Penguatan teknologi dan dukungan operasional tersebut mendapat apresiasi langsung dari Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri. Menurutnya, penerapan teknologi yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam memperkuat respons PLN ketika menghadapi kondisi kedaruratan.
Baca Juga:
Ida Dwi Fitriyah, Dari Ibu Rumah Tangga Menjadi Penggerak Bank Sampah di Malang
“Apresiasi kami kepada PLN ES atas penerapan teknologi melalui Mobile Operation Command Center dan dukungan Battery Energy Storage System. Kehadiran teknologi ini memperkuat kemampuan monitoring, koordinasi, komunikasi, serta dukungan kelistrikan di lapangan, sehingga proses pemulihan di lokasi terdampak bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terukur. Pemanfaatan teknologi seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat respons PLN dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan secara efektif dan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” kata Arsyadany.
Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menilai dukungan teknologi dan kesiapan operasional di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan kondisi darurat berjalan secara optimal. Menurutnya, setiap penanganan krisis kelistrikan perlu didukung dengan komunikasi, pelaporan, serta evaluasi untuk memastikan proses pemulihan dapat terus ditingkatkan.
“Dalam menghadapi kondisi krisis kelistrikan, kecepatan eksekusi di lapangan menjadi hal yang penting. Dukungan teknologi dan kesiapan personel perlu diiringi dengan komunikasi, pelaporan, serta evaluasi pascakejadian agar setiap proses pemulihan dapat berjalan maksimal dan menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan,” ujar Eddi.
Baca Juga:
Dari Sampah Jadi Rupiah, Kisah Ida dan Perjuangan Ibu-Ibu Bank Sampah KATA
Kehadiran MOCC melengkapi fungsi DRC yang menjadi pusat koordinasi penanganan kondisi darurat. Jika DRC berperan sebagai pusat kendali, MOCC membawa fungsi monitoring dan koordinasi tersebut lebih dekat ke garis depan pekerjaan.
“Bagi PLN ES, pemulihan kelistrikan tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat jaringan kembali beroperasi, tetapi juga bagaimana proses tersebut dilakukan secara aman, terkoordinasi dan berbasis data. MOCC dan BESS menjadi salah satu bentuk penguatan kapabilitas operasional kami untuk mendukung pelayanan kelistrikan yang semakin responsif,” tutur Susiana.
Penguatan sistem respons bencana ini juga sejalan dengan upaya PLN Group untuk memastikan pelayanan kelistrikan tetap dapat dipulihkan secara cepat dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan. Integrasi antara data risiko, kesiapan armada, teknologi, komunikasi, pelaporan, dan evaluasi pascakejadian menjadi bagian penting dalam mendukung respons dan pemulihan jaringan kelistrikan.