WAHANANEWS.ID,Jakarta – Kenaikan tagihan listrik rumah tangga perlu disikapi secara cermat. Konsumen sebaiknya tidak langsung menyimpulkan adanya kenaikan tarif, tetapi perlu memahami perubahan pola pemakaian listrik yang terjadi dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas), Tohom Purba, mengatakan ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi besarnya tagihan listrik. Di antaranya peningkatan intensitas penggunaan peralatan elektronik, perubahan kebiasaan penghuni rumah, hingga kondisi peralatan listrik yang sudah tidak bekerja secara optimal.
Baca Juga:
Jangan Cuma Bayar Tagihan, Kenali Juga Pola Pemakaian Listrik
"Sering kali konsumen hanya melihat nominal tagihan tanpa membandingkan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh). Padahal, keduanya perlu dilihat secara bersamaan agar konsumen bisa mengetahui apakah kenaikan tagihan disebabkan peningkatan konsumsi atau faktor lainnya," ujar Tohom.
Menurut Tohom, konsumen perlu membangun kebiasaan memantau pemakaian listrik secara mandiri. Salah satu caranya dengan memotret angka stand meter setiap tanggal yang sama pada tiap bulan, misalnya tanggal 25. Dokumentasi tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan angka stand meter dan jumlah pemakaian kWh yang tercantum dalam tagihan listrik.
"Kebiasaan sederhana ini penting agar konsumen memiliki catatan perkembangan pemakaian listrik dari bulan ke bulan. Jika ditemukan perbedaan atau lonjakan yang tidak wajar, konsumen dapat segera meminta penjelasan dan penyesuaian kepada PLN," jelasnya.
Baca Juga:
AC hingga Pemanas Air Bisa Bikin Tagihan Listrik Naik, Ini Sebabnya
Selain memantau stand meter, konsumen juga perlu memperhatikan penggunaan perangkat elektronik berdaya besar, seperti AC, pemanas air, pompa air, dan mesin cuci. Penggunaan perangkat tersebut dalam durasi panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi listrik. Karena itu, pengaturan suhu AC, penggunaan peralatan sesuai kebutuhan, serta mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu mengendalikan pemakaian energi.
Tohom juga mengingatkan konsumen agar tidak mengabaikan kondisi instalasi dan peralatan listrik di rumah. Peralatan yang mengalami kerusakan atau tidak terawat berpotensi menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien.
"Jika konsumen sudah melakukan pencatatan dan membandingkan pemakaian, tetapi masih menemukan kejanggalan pada tagihan, jangan ragu untuk meminta penjelasan dan pemeriksaan. Konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar perhitungan tagihan listrik yang harus dibayarkan," tambahnya.