Angka yang Bicara Lebih dari Sekadar Klaim
Agar dampak program ini tidak berhenti pada testimoni, PLN Electricity Services menggandeng Yayasan Filantra untuk melakukan penghitungan Social Return on Investment (SROI) secara independen pada Juni 2024, mengacu pada metodologi Social Value UK. Hasilnya memperlihatkan gambaran yang lebih utuh tentang seberapa jauh manfaat program ini menjangkau kehidupan warga.
Baca Juga:
Dari Jalan Setengah Kilometer, Kini Tinggal Buka Keran: Air Bersih Ubah Hidup Warga Sindang Heula
Rasio SROI 1 : 2,49 yang berarti setiap Rp1,00 yang diinvestasikan perusahaan menghasilkan manfaat sosial senilai Rp2,49 bagi masyarakat. Tidak hanya itu, Dampaknya terasa lintas tiga dimensi sekaligus: ekonomi, lewat produktivitas warga yang meningkat karena waktu tak lagi terkuras mengambil air; sosial, lewat kesehatan masyarakat yang membaik seiring akses air bersih yang lebih terjamin; dan lingkungan, lewat kemudahan akses air yang kini bisa dinikmati tanpa harus menempuh jarak jauh.
Suara dari Pemerintah Daerah dan Perusahaan
Pertumbuhan jumlah penerima manfaat dari 80 menjadi 150 warga ini turut mendapat sorotan positif dari Pemerintah Kabupaten Garut. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menilai perluasan cakupan program ini sebagai bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga bisa membuahkan hasil yang terus berkembang, bukan sekadar seremoni yang berhenti setelah peresmian.
Baca Juga:
Kini Tak Perlu Jalan Setengah Kilometer, Warga Kampung Sindang Heula Nikmati Air Bersih dari Keran Rumah
"Peningkatan jumlah warga yang menikmati air bersih dari 80 menjadi 150 orang ini menunjukkan bahwa program ini bukan bantuan sesaat, tapi terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Ini menjadi contoh baik bagaimana kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga bisa memberi manfaat yang makin luas dari waktu ke waktu. Kami berharap capaian ini terus dijaga keberlanjutannya," kata Nurdin Yana yang ditemui saat meresmikan program TJSL Bantuan Sarana dan Prasarana Pendidikan Pondok Pesantrean Al – Athoriyyah Garut pada Jumat (28/8).
Direktur Utama PLN Electricity Services, Susiana Mutia menegaskan bahwa hasil evaluasi SROI menjadi pengingat sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh bahwa program TJSL semestinya diukur dari dampak yang terus tumbuh, bukan sekadar seremoni pembangunan.
”Bertambahnya jumlah warga yang terlayani, dari 80 menjadi 150 orang, adalah bukti bahwa dampak program ini nyata dan terus berkembang, bukan sekadar seremoni peresmian. Hasil evaluasi SROI juga menegaskan bahwa setiap rupiah yang kami investasikan memberi manfaat sosial yang jauh lebih besar bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memastikan sarana ini dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh warga, sekaligus membuka peluang untuk memperluas program pemberdayaan lain di wilayah ini," tegas Susiana.