Proses percepatan kontrak itu dilakukan melalui koordinasi bersama Ditjen Minerba agar pasokan batu bara berkalori menengah dapat segera tersalurkan ke pembangkit.
“Saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di se-antero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun milik mitra kami atau PLTU independent power producer,” terang Darmawan.
Baca Juga:
IKM FIB UI Tegaskan Mahasiswa yang Ikut Kunker Gibran Bertindak Secara Personal
Pasokan batu bara tersebut diharapkan dapat memperkuat kembali operasi pembangkit yang menjadi penopang sistem kelistrikan Jawa.
Darmawan juga mengungkapkan bahwa PLN menghadapi gangguan teknis pada dua PLTU besar milik IPP.
Gangguan teknis itu membuat dua pembangkit tersebut terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Pulau Jawa.
Baca Juga:
Dipicu Cekcok, Remaja 15 Tahun di Jayapura Dibakar Ibu Tiri hingga Tewas
“Dalam kondisi seperti ini kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” jelas Darmawan.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap sistem kelistrikan Jawa di tengah upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Darmawan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.