Tujuh kampus tersebut yakni STEI ITB, ITN Malang, Universitas Brawijaya, ITERA, Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.
Perangkat lunak PSS SINCAL sebelumnya telah digunakan di ITS dan IT PLN sejak 2024.
Baca Juga:
Bioetanol Digenjot Besar-besaran, Pemerintah Siapkan Lahan 2 Juta Hektare
Pemanfaatan perangkat lunak tersebut disebut telah membantu 40 lulusan memperoleh kesempatan magang dan pekerjaan.
Pada 2026, Siemens juga akan menggelar kompetisi mahasiswa SINCAL untuk menyelesaikan kasus nyata sistem tenaga listrik.
Kompetisi tersebut akan dinilai langsung oleh ahli industri agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan sektor ketenagalistrikan.
Baca Juga:
OTT KPK ke-21 Sepanjang 2026, Bupati Bolmut Masuk Daftar Kepala Daerah yang Ditangkap
Langkah ini memperluas jangkauan dukungan Siemens ke 16 kampus dan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk sistem kelistrikan masa depan.
“Akses yang konsisten terhadap teknologi ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang mendekati kondisi industri, sehingga lebih siap memasuki dunia kerja,” tegas Surya.
[Redaktur: Sandy]