Surat tersebut ia tulis sebagai sikap keberatan usai bawahannya, seorang anggota Babinsa, diperiksa oleh polisi ketika mendampingi warga korban kasus penyerobotan tanah di Manado, Sulawesi Utara.
Surat itu ditulis tangan Junior lewat secarik kertas dan belakangan viral di media sosial.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Surat ditembuskan kepada Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkara; Kapolri; dan Panglima Kodam Merdeka, Mayjen Wanti Waranei Franky Mamahit. [jef]