WAHANANEWS.ID, Jakarta - Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba mendesak Presiden Prabowo Subianto memastikan ketersediaan batubara dan bahan bakar minyak untuk pembangkit PLN agar risiko pemadaman listrik atau blackout tidak kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Tohom mengatakan pasokan energi primer merupakan fondasi utama keandalan sistem kelistrikan sehingga pemenuhannya harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang dipimpin dan diawasi langsung oleh pemerintah.
Baca Juga:
Target PLTS 100 GW Dinilai Realistis, ALPERKLINAS: Penguatan Sistem PLN Jadi Kunci Keberhasilan
Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan PLN untuk memperkuat pasokan batubara, meningkatkan kemampuan pembangkit, memperbaiki jaringan transmisi, dan mempercepat pembangunan energi terbarukan perlu memperoleh dukungan penuh dari seluruh kementerian terkait.
“PLN jangan dibiarkan bekerja sendirian menghadapi persoalan pasokan batubara dan BBM karena keandalan listrik menyangkut kepentingan ekonomi, industri, pelayanan publik, serta kehidupan masyarakat luas,” kata Tohom, Kamis (16/7/2026).
Ia menilai kebutuhan batubara PLN yang mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun menunjukkan bahwa pengadaan energi primer memerlukan perencanaan jangka panjang, kontrak yang kuat, dan mekanisme pengawasan yang transparan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Pengawasan Optimal Dibutuhkan untuk Kestabilan Interkoneksi Sistem Listrik Se-Kalimantan
Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 134 juta ton telah terikat dalam kontrak resmi, sedangkan sekitar 20 juta ton lainnya masih perlu dipastikan pemenuhannya agar cadangan pembangkit tetap berada pada tingkat yang aman.
Pengawasan Pengadaan Harus Diperkuat
Tohom mengapresiasi langkah pemerintah menetapkan penugasan Domestic Market Obligation hingga 212 juta ton serta memberikan tambahan alokasi batubara kalori menengah untuk memperkuat pasokan pembangkit PLN.