“Blackout harus dicegah sejak dari hulu karena ketika listrik padam, masyarakat akan melihat PLN sebagai pihak yang paling terdampak secara kepercayaan publik, padahal akar persoalannya bisa berasal dari pasokan bahan bakar, pemasok, jaringan, maupun kebijakan lintas sektor,” ujar Tohom.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan perseroan telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional melalui tambahan pasokan batubara, retrofit pembangkit, penguatan jaringan transmisi, serta percepatan pengembangan energi baru terbarukan.
Baca Juga:
Target PLTS 100 GW Dinilai Realistis, ALPERKLINAS: Penguatan Sistem PLN Jadi Kunci Keberhasilan
Darmawan juga menyampaikan tambahan pasokan batubara berkalori di atas 4.500 kcal per kilogram diproyeksikan mampu meningkatkan daya mampu pasok pembangkit di Pulau Jawa sekitar 5 gigawatt sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]