Selain itu, ia berharap Ditjen Ketenagalistrikan dapat mengembangkan pendekatan regulasi berbasis data, memperkuat pengawasan mutu layanan, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pemenuhan standar pelayanan konsumen.
"Perlindungan konsumen harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan ketenagalistrikan, mulai dari kualitas tegangan, kecepatan pemulihan gangguan, transparansi pelayanan, hingga pemerataan akses listrik," tegasnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Tekankan Pentingnya Sinergi Regulator dan Operator Kelistrikan
Tohom optimistis kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, pelaku industri, dan organisasi perlindungan konsumen dapat mempercepat terwujudnya sistem ketenagalistrikan nasional yang semakin maju, andal, dan berkeadilan.
"Kami berharap kepemimpinan Ibu Arsyadany mampu menghadirkan terobosan kebijakan yang memperkuat PLN sebagai tulang punggung kelistrikan nasional sekaligus memastikan seluruh masyarakat memperoleh manfaat nyata dari pembangunan energi," pungkas Tohom.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi melantik Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Baca Juga:
Berbekal Pengalaman di PLN, Arsyadany Diharapkan Perkuat Tata Kelola Ketenagalistrikan
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Arsyadany menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN sejak 18 Juni 2025. Ia telah berkarier di perusahaan listrik negara itu sejak 2006, dengan pengalaman di berbagai bidang strategis.
Kariernya dimulai dari bidang teknologi informasi sistem pengatur distribusi di Bali. Seiring perjalanan kariernya, Arsyadany dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis dalam pengelolaan jaringan, perencanaan, komunikasi korporat, hingga manajemen aset.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Manajer Area Pengatur Distribusi Jawa Tengah, Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Timur, serta Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat.