Selain berpengalaman di bidang operasional, Arsyadany juga pernah menjabat sebagai Vice President Public Relations, Executive Vice President Stakeholder Management dan BoD Support, serta Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengalaman profesionalnya sebelum dipercaya memimpin Ditjen Ketenagalistrikan, sebuah institusi yang memiliki peran strategis dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pemerintah di sektor ketenagalistrikan nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Tekankan Pentingnya Sinergi Regulator dan Operator Kelistrikan
Pelantikan Arsyadany dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Ketenagalistrikan.
Selain melantik Arsyadany, Bahlil juga melakukan penyegaran sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), serta sejumlah unit kerja lainnya di lingkungan Kementerian ESDM.
Dalam penyegaran organisasi tersebut, Harris ditetapkan sebagai Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, sementara Ahmad Amiruddin dipercaya sebagai Direktur Energi Baru.
Baca Juga:
Berbekal Pengalaman di PLN, Arsyadany Diharapkan Perkuat Tata Kelola Ketenagalistrikan
Pelantikan dan penyegaran jajaran pejabat tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi Kementerian ESDM dalam menjalankan agenda kebijakan energi nasional, termasuk pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, peningkatan keandalan pasokan, dan perbaikan kualitas pelayanan publik.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, kepemimpinan baru Ditjen Ketenagalistrikan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, PLN, pelaku industri, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem kelistrikan nasional yang andal, merata, terjangkau, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
[Amel Silaban]