Adapun layanan BSI eror dalam kurung waktu lama, hingga membuat sistem perbankan syariah tersebut bermasalah.
Terkait hal itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi memberi penjelasan. Ia menyebut selama proses normalisasi layanan BSI, di hari Rabu 10 Mei 2023, dugaan serangan siber mulai muncul.
Baca Juga:
PT Bank Syariah Indonesia Catat Pertumbuhan Pembiayaan Konsumer 15,91 Persen di 2024
"Pada tanggal 10 Mei 2023 pagi hari, BSI mobile sudah bisa digunakan untuk transaksi oleh nasabah dengan fitur yang lebih lengkap. Kami menemukan ada indikasi dugaan serangan siber sehingga kami perlu lakukan evaluasi dan juga lakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan sistem kami aman," katanya dalam konferensi pers di Gedung Wisma Mandiri 1, Jakarta, Kamis (11/5/2023).[zbr]