Sementara itu, pasukan yang dipimpinnya dijadikan sebagai bagian dari Divisi V oleh Oerip Soemohardjo, yang saat itu ditunjuk sebagai panglima sementara.
Karier Soedirman di militer semakin gemilang hingga dilakukannya pemilihan untuk menentukan panglima besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 12 November 1945.
Baca Juga:
Kementerian Agama Baka Gelar Natal Bersama: Pertama dalam Sejarah
Soedirman pun terpilih untuk menduduki jabatan tersebut.
Sementara, Oerip Soemohardjo menjadi kepala staf.
Sembari menunggu dirinya dilantik, Soedirman sempat mengerahkan serangan kepada pasukan Inggris dan Belanda yang melancarkan agresi militer di Ambarawa.
Baca Juga:
Swiatek Ukir Sejarah di Wuhan Open 2025, Raih 60 Kemenangan Empat Musim Beruntun
Keberanian Soedirman mengundang dukungan besar dari rakyat.
Peran pentingnya dalam mempertahankan kedaulatan RI mengantarkan Soedirman pada pangkat tertinggi di TNI.
Soedirman resmi dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Soekarno pada 28 Juni 1947 di Yogyakarta.