Dedi menjelaskan proses evakuasi yang dilaksanakan pada Selasa ini akan dilakukan menggunakan empat helikopter yang masing-masing dilengkapi satu dokter. Keempat helikopter tersebut dua di antaranya milik Polri, satu helikopter TNI AU, dan satu helikopter milik Basarnas.
Ia menuturkan kegiatan penyelamatan itu telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Namun, ia menyebut cuaca yang berkabut dan kerapatan tumbuhan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) masih menjadi kendala proses evakuasi.
Baca Juga:
Rakyat Kecil di Penjara Karena Kuasai Tanahnya Sendiri, Sedangkan PTPN IV Kuasai Aset Pemprov Jambi tanpa Sepeser Sumbangsih ke Daerah
"Setelah berputar-putar hampir dua jam, karena situasi tidak memungkinkan heli tersebut kembali mendarat untuk mengisi avtur," kata Dedi.
"Kita berkejaran dengan waktu soalnya ini sudah hari ketiga. Sudah harus evakuasi karena kondisi kesehatan kan bisa naik turun," imbuhnya.
Sebelumnya, Helikopter Polri jenis Super Bell 3001 yang rombongan Polda Jambi mendarat darurat di area Bukit Tamia, Muara Emat, Kerinci.
Baca Juga:
Tujuh Bulan Kasus Pembunuhan Pasutri di Bungku, HBB Tagih Janji Polda Jambi Ada Perkembangan Kasus Dalam 2 Minggu
Pendaratan darurat diduga disebabkan cuaca buruk. Tidak ada korban jiwa pasca pendaratan darurat, tetapi para penumpang helikopter itu mengalami luka-luka.
Proses evakuasi lewat jalur udara pada Senin (20/2) kemarin terpaksa dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Korban menginap di tenda darurat dalam kondisi terluka. Mereka dijaga dan dirawat dua tim SAR yang datang dari jalur darat, serta serta tim yang datang dari jalur udara.[zbr]